Rabu, 24 April 2013

Bisa Di bilang Curhat kali yah ? Simak sajelahh ^_^

Assalamualaikum Wr Wb akhi wa ukhti  ^_^
kali ini postingan saya melenceng dari tema blog ini yaitu tentang Pengalaman Menggunakan Internet hihihi :D tapi apa boleh buat postingan ini merupakan tugas yang di berikan oleh dosen saya bernama M RISKA BABO  yang memberikan Mata Kuliah Ilmu Komputer , hmm kenapa malah perkenalan ? haha ya sudah kembali ke pembahasan !
Pengalaman saya dalam menggunakan internet hmm pertama kali itu saya menggunakan internet sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) . saat itu masih sangat awam tentang INTERNET bisa di bilang masih GAPTEK *Gagap Teknologi* -_- , tapi mulai saat itu saya mempelajari bagaimana itu Internet , saya diajarkan bagaimana memakai web dan memanfaatkan beberapa fasiltasnya seperti yahoo , friendster , email , dan beberapa penjelasan umum mengenai LAN , MAN , dan WAN . ketika duduk di bangku SMK saat itu Jurusan yang pilih sangat mendukung yaitu TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) hebatkan ? hihi --'' , disana saya mulai mempelajari berbagai macam sistem operasi komputer , jenis-jenis Topologi Jaringan , konfigurasi jaringan , membuat kabel LAN dll yang berhubungan dengan jaringan . dan sayapun mulai dan sudah aktif menggunakan Jejaring Sosial Seperti Facebook,Twitter dan jejaring sosial lainnya . internetpun memudahkan saya dalam mencari referensi tugas yang di berikan dosen . Betapa bersyukurnya saya dengan adanya intenet dan telah menguasai beberapa Ilmu Berinternet karena sangat membantu dengan adanya fasilitas dari Internet yang juga dapat menghubungkan jaringan dari seluruh dunia yang dapat memberikan informasi ter-update yang di inginkan . dan sampai saat ini fasilitas Internet akan terus berkembang dan terus maju sesuai perkembangan IPTEK . Pesan dari saya Kejarlah Ilmu sebisa mungkin jangan mau di bilang GAPTEK !!!!!! :D

Senin, 09 April 2012

Membangun Generasi Cinta Damai


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau yang selalu tekun mengikuti jalan petunjuk-Nya.
Allah SWT Tuhan semesta Alam, Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang memerintah manusia untuk menjaga kwalitas kepribadian umat manusia dengan perbuatan-perbuatan yang SUCI BERSIH, dari segala Dosa dan Kedzaliman. Beberapa firman-Nya antara lain artinya Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. (QS. 38:45)
Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. (QS. 38:46)
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 24:21)
Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, Tuhan yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana, Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Mulia, memerintah manusia untuk menempuh jalan-jalan kesucian, jalan-jalan ma’ruf serta menghindari dan menjauhi jalan-jalan keji dan mungkar. Menolak dan menepis segala was-was syaitan yang selalu mengajak kepada fahsya’ dan mungkar. Allah memerintah kepada manusia untuk banyak ingat kepada Allah dan ingat kepada Hari Akhir, agar selalu memiliki kesabaran dalam menempuh jalan-jalan iman dan amal sholih. Bila manusia telah menta’ati perintah-perintah Allah tersebut dan meninggalkan segala larangan-larangan Allah, maka Allah akan mengaruniakan kepada mereka berbagai macam kekayaan JIWA dalam diri hamba-hambanya yang telah patuh kepada-Nya sebagaimana firman-Nya yang artinya Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (QS. 2:269)
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 10:62)
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (QS. 10:63)
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. 10:64)
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. 13:28)
Demikianlah hati manusia-manusia yang cinta Damai, karena hatinya telah Damai dan telah terpuaskan dengan limpahan nikmat-nikmat lahir dan batin dari Allah Tuhan Semesta Alam, Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Mulia. Kedamaian Hati dan Kewibawaan Hati adalah sesuatu yang padu. Bila manusia telah mampu merasakan kedamaian jiwa tentulah mereka adalah orang-orang yang dikaruniai oleh Allah dengan Kewibawaan. Sebagaimana firman Allah Yang Artinya Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu Karena itu hendaknya kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal. (QS. 3:160)
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman pada kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (QS. 40:51)
Pribadi Cinta Damai dan Kewibawaan adalah sesuatu yang padu dalam diri-diri umat manusia yang tunduk patuh kepada Allah. Kewibawaan tidak diukur dengan banyaknya Tahta, Harta dan Penghormatan Manusia, namun Kewibawaan akan muncul pada manusia-manusia yang yang berbudi pekerti yang tinggi dan mulia. Kewibawaan sering muncul di dalam diri manusia-manusia yang hidup menempuh jalan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam menjalani kehidupan dan kemudian disalurkan kepada ketekunan dalam beribadah dan menghamba kepada Allah SWT. Seringkali Kewibawaan manusia tergoncang dengan berbagai penyimpangan-penyimpangan dan kebodohan yang telah mereka lakukan, sebagaimana Allah telah menegur kepada Rasulullah dalam berbagai Kasus dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. (QS. 6:153)
Katakanlah:”Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan):”Marilah ikuti kami”. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, (QS. 6:71)
Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai orang-orang mu’minin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dan bercerai-berai. (QS. 9:25)
Ketika umat manusia terjangkiti penyimpangan penyimpangan dalam berbakti pada Allah, dan tidak lagi tekun mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan Rasul-Nya maka kewibawaan mereka menjadi pudar. Allah memberi kesempatan yang sangat luas kepada umat manusia dalam hidup di dunia dengan aktifitas-aktifitas yang positip dan universal, yaitu untuk selalu melihat tanda-tanda Kebesaran, Kemuliaan dan Keagungan Allah Tuhan semesta Alam di segenap ufuk ciptaan-Nya, sebagaimana firman-firman-Nya yang artinya Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 10:6)
Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”. (QS. 55:33)
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. 57:25)
Hidup manusia ditekankan agar selalu dalam rangka melihat tanda-tanda Keagungan Allah, dan beribadah kepada Allah. Dan segala apa yang diberikan Allah kepada manusia agar selalu digunakan untuk hidup didalam kebenaran dan Keadilan. Mengikuti perkembangan Sains dan Teknologi termasuk sebagai jalan yang diperintahkan untuk ditekuni, namun semuanya itu untuk menegakkan Kebenaran dan Keadilan Allah di muka bumi. Jaman Globalisasi, jaman Globalisasi Liberalisme, telah memunculkan nuansa baru tentang menikmati suka cita, hingar bingar dan hura-hura, overdosis dalam menikmati keindahan kesenangan kehidupan Dunia. Pelanggaran-pelanggaran terhadap aturan-aturan Allah dan keengganan mengikuti kebenaran yang datang dari Allah SWT, pasti, pasti, pasti dan pasti otomatis akan menurunkan dan menjatuhkan kadar kedamaian dan kewibawaan jiwa-jiwa manusia. Bila manusia kehilangan kedamaian jiwa diri, maka kegundahan dan kegalauan akan mengemuka. Dan apa jadinya bila kegalauan dan kegundahan itu terekpresikan dengan kecanggihan teknologi ???, pasti disana banyak pula mengemuka, kezaliman, keserakahan dan ketidak adilan, serta kekacauan.
Membangun generasi yang cintai damai dan berwibawa tidak ada jalan lain kecuali dilakukan dengan menelusuri kembali jalan-jalan kebenaran yang datang dari Allah SWT, meneladani kesederhanaan hidup dari para Nabi-Nabi Allah, termasuk Nabi Muhammad SAW. Walaupun ilmu dan Teknologi telah mampu membawa manusia untuk menembus langit (mengekplorasi ruang angkasa) dan menembus bumi (mengekplorasi kandungan bumi), namun hidup sederhana adalah jalan terbaik untuk mencapai ketentraman jiwa, dan mewujudkan pribadi yang adil dan bertanggung jawab untuk mencapai kemuliaan di dunia dan disisi Allah . Mencintai Kesederhanaan hidup menunjukkan kematangan jiwa manusia-manusia yang telah dilimpahi kekayaan jiwa oleh Allah SWT, nikmat yang paling tinggi yang hanya bisa disyukuri dengan menempuh jalan hidup sederhana dan rajin beribadah kepada-Nya, disanalah terletak kekuatan hebat generasi yang cinta Damai dan Berwibawa
Wallahu a’lam.

Minggu, 06 November 2011

Persahabatan Mewakili Keikhlasan dan Kejujuran


Bismillahirrahmanirrahim…
Di dalam menjalinkan hubungan silatulrahim dan persahabatan, selain sifat harga menghargai, kejujuran juga amat penting kerana sahabat yang paling menguntungkan adalah seorang sahabat yang jujur, suka berterus terang dan tidak menyembunyikan sesuatu dari anda, apatah lagi perkara itu boleh membawa keburukan kepada diri anda.
Dalam Islam memang dituntut setiap orang itu memuliakan saudaranya, lebih dari dirinya sendiri. Begitu jugalah dengan kepentingan diri anda sendiri.
Anda harus mementingkan sahabat anda seperti anda lakukan terhadap diri anda juga. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam hadis Qudsi yang bermaksud :
“Sudah pastilah kecintaan-KU itu untuk orang-orang yang saling ziarah menziarahi kerana AKU. Sudah pasti pula kecintaan-KU untuk orang yang saling cinta menyintai kerana AKU, sudah pasti pula kecintaan-KU kepada orang-orang yang saling bantu membantu kerana AKU. Juga sudah pastilah kecintaan-KU untuk orang yang saling tolong menolong kerana AKU.” - Riwayat Ahmad dan Hakim.
Manakala sifat ikhlas pula akan memberikan kesegaran kepada jiwa, ikhlas memberi dan menerima dalam apa jua bentuk pertolongan atau pemberian dari setiap individu muslim itu.
Setiap muslim harus menyemaikan sifat ikhlas itu sejak kecil lagi, kerana keikhlasan itu membuat hati kita gembira dan tenang dalam menghadapi sesuatu keadaan.
Tahukah anda, keran tidak ikhlas jiwa kita akan menjadi rosak dan berdendam, berdendam memang dilarang dalam Islam. Keikhlasan bukan sahaja memberi kesegaran kepada jiwa, tetapi boleh membuatkan anda bertambah taqwa kepada Allah SWT.
Oleh itu, kebersihan hati hanya boleh dicapai dengan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dengan secara langsung keikhlasan akan terpancar di jiwa kita. Lakukan sesuatu kepada seseorang dengan ikhlas, berilah sesuatu kepada seseorang dengan ikhlas bukan dengan ada sebab lain.
Coba anda renung dan berfikir sejenak, bertanya dengan diri anda…Adakah anda telah berlaku jujur terhadap sahabat-sahabat anda ? Adakah anda sudah lakukan sepertimana yang dianjurkan oleh syariat Islam ?
Sekiranya anda telah berlaku jujur terhadap sahabat dan rakan anda…Alhamdulillah…Tetapi ada juga sesetengah manusia di dunia ini mereka menjalinkan hubungan silatulrahim dan persahabatan adalah kerana inginkan kebendaan semata-mata. Dan ada juga yang suka memilih bulu dalam persahabatan. Mereka memilih orang-orang tertentu untuk di jadi sahabat supaya mereka mendapat manfaat daripada persahabatan itu, bukannya atas dasar keikhlasan dan kejujuran kerana Allah SWT tetapi bak kata pepatah “ada udang di balik batu”.
Apa komen anda ?

Minggu, 31 Juli 2011

Hikmah Berpuasa di RAMADHAN


"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)
PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.
RAMADHAN bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.
Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.
Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.
Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:
"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."
(H.R.Ibnu Khuzaimah)
Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.
Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan .. SO apa lagi yang kita fikir . ayoo berpuasa :)) :))

Minggu, 13 Maret 2011

Keredhaan Cinta Allah S.w.t

..CINTA..

"Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Kerana Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mahu mencuba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat bererti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi kiranya kamu benar menyintainya setulus hati.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Cinta adalah keabadian...dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dialami

Siapapun pandai menghayati cinta tapi tiada siapa yg pandai menilai cinta kerana cinta bukan objek yg boleh di lihat oleh mata kasar. Sebaliknya cinta hanya dapat ditilik melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh. Andainya hadirnya cinta sekadar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.

Cinta sesuatu yg mengasyikkan,ia boleh membuat kita hilang kewarasan fikiran. Cinta juga sebenarnya indah jika pandai menghayatinya. Sebaliknya cinta boleh jadi racun jika tersalah tempat. Apa pun cinta itu buta.


Anyamlah buih-buih di laut demi membuktikan cinta yang suci tanpa menodai keaslian pantai itu. Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.Apa yang buta ialah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa pertimbangan.

sahabat2ku sama2lah kita cari cinta sejati dalam keredhaan Allah dalam mengejar akhirat kehidupan abadi..hanya yang menghargai kehidupan seketika ini akan merasai manisnya mengecapi cinta hakiki cinta ilahi..

Jumat, 11 Maret 2011

Manusia & Cinta Kasih

Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi. Cinta adalah sumber segalanya, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta.
Pada dasarnya kasih sayang adalah fitrah yang dianugerahkan Allah SWT kepada mahluknya, misalnya hewan, kita perhasikan begitu kasihnya kepada anaknya, sehingga rela berkorban jika anaknya diganggu. Naluri inipun ada pada manusia, dimulai dari kasih sayang orang tua kepada anaknya, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi naluri kasih sayang ini dapat tertutup jika terdapat hambatan – hambatan misalnya pertengkaran, permusuhan, kerasukan, kedengkian dan lain – lain.
Bagaimana cara kita agar dapat memiliki cinta kasih serta memelihara kita agar dapat memiliki cinta kasih serta memeliharanya dalam kehidupan sehari – hari ?

  1. Kita harus menyadari bahwa setiap manusia di dalam lubuk hatinya telah memiliki cinta kasih yang merupakan keberadaan Ilahi dalam dirinya.
  2. Dengan cara mendekati hadirat Tuhan setiap hari, naik melalui doa, pujian, penyembahan dan meditasi.
  3. Cara terbaik untuk memelihara cinta kasih adalah dengan memelihara, mengembangkan hubungan pribadi yang sangat indah dengan Tuhan. Dengan tekun berdoa dan bermeditasi, kita dapat bertumbuh dan berkembang secara spiritual dan mampu mendengarkan suara Tuhan. Sebagai pemandu kita dalam setiap langkah kehidupan.


Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam memberi ialah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, pernatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya: bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mangasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan tanggungjawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisiko Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta dikemukanaknjuga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memilikki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia hams ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilanformal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-Iainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin mcmbelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mcngungkapkan rasa sayang, dan seterusnya .

Kamis, 10 Maret 2011

Indahnya Cinta Karena Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
“Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman, hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri.”

Secara nalar pecinta dunia, bagaimana mungkin kita mengutamakan orang lain dibandingkan diri kita? Secara hawa nafsu manusia, bagaimana mungkin kita memberikan sesuatu yang kita cintai kepada saudara kita?

Jika ada yang bertanya, “Bagaimana mungkin kita menerapkan hal ini sekarang? Sekarang kan jaman susah. Mengurus diri sendiri saja sudah susah, bagaimana mungkin mau mengutamakan orang lain?”
Wahai saudariku -semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita diatas keimanan-, jadilah seorang mukmin yang kuat! Sesungguhnya mukmin yang kuat lebih dicintai Allah. Seberat apapun kesulitan yang kita hadapi sekarang, ketahuilah bahwa kehidupan kaum muslimin saat awal dakwah Islam oleh Rasulullah jauh lebih sulit lagi. Namun kecintaan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya jauh melebihi kesedihan mereka pada kesulitan hidup yang hanya sementara di dunia.

Berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan agama, bukan dalam urusan dunia. Banyak orang yang berdalih dengan ayat ini untuk menyibukkan diri mereka dengan melulu urusan dunia, sehingga untuk belajar tentang makna syahadat saja mereka sudah tidak lagi memiliki waktu sama sekali. Wal iyadzu billah. Semoga Allah menjaga diri kita agar tidak menjadi orang yang seperti itu.

1. Wujudkanlah Kecintaan Kepada Saudaramu Karena Allah
2. Mengucapkan Salam dan Menjawab Salam Ketika Bertemu
3. Bertutur Kata yang Menyenangkan dan Bermanfaat
4. Mengajak Saudara Kita Untuk Bersama-Sama Menghadiri Majelis ‘Ilmu
5. Saling Menasehati, Baik Dengan Ucapan Lisan Maupun Tulisan
6. Saling Mengingatkan Tentang Kematian, Yaumil Hisab, At-Taghaabun (Hari Ditampakkannya Kesalahan-Kesalahan), Surga, dan Neraka
7. dan Janji Allah Ta’Ala Pasti Benar !     .. cam kand ini temand